Salah satu keunggulan utama Global Mapper adalah kemampuannya membaca ratusan format data geospasial. Dalam pekerjaan sehari-hari, file yang paling sering digunakan oleh surveyor, engineer, dan analis GIS adalah DWG, SHP, dan DEM.
Menguasai cara mengimpor ketiga jenis data ini merupakan langkah dasar sebelum melakukan analisis topografi, membuat kontur, menghitung volume, atau menyiapkan data untuk AutoCAD Civil 3D.
Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari langkah-langkah mengimpor data DWG, SHP, dan DEM beserta tips mengatasi masalah yang sering terjadi.
Jenis Data yang Didukung Global Mapper
Global Mapper mendukung lebih dari 300 format data, di antaranya:
Data CAD
DWG
DXF
DGN
Data Vektor
SHP (Shapefile)
GeoPackage (GPKG)
GeoJSON
KML/KMZ
CSV berkoordinat
Data Raster
GeoTIFF
JPG
PNG (dengan georeferensi)
ECW
MrSID
Data Elevasi
DEM
SRTM
ASTER GDEM
DTED
LiDAR (LAS/LAZ)
Cara Import File DWG
Format DWG banyak digunakan dalam gambar teknik dan proyek infrastruktur.
Langkah-langkah
Buka Global Mapper.
Klik File → Open Data File(s).
Pilih file .dwg.
Klik Open.
Jika diminta, tentukan sistem koordinat yang digunakan pada file DWG.
Klik OK.
Data DWG akan langsung ditampilkan pada area kerja.
Tips Import DWG
Pastikan:
File menggunakan sistem koordinat yang benar.
Unit gambar sesuai (meter atau feet).
Semua objek berada di dekat titik koordinat yang benar.
Layer tidak dalam kondisi terkunci atau tersembunyi.
Cara Import Shapefile (SHP)
Shapefile merupakan format vektor yang paling umum digunakan dalam GIS.
Langkah-langkah
Klik File → Open Data File(s).
Pilih file .shp.
Klik Open.
Global Mapper akan membaca file pendukung seperti:
.dbf
.shx
.prj (jika tersedia)
Data akan muncul pada peta.
Pastikan Semua File SHP Lengkap
Minimal terdapat file berikut dalam satu folder:
Jalan.shp
Jalan.dbf
Jalan.shx
Jalan.prj
Jika file .prj tidak tersedia, Anda mungkin perlu menentukan sistem koordinat secara manual.
Cara Import DEM
DEM digunakan untuk menyimpan informasi elevasi permukaan tanah.
Langkah-langkah
Klik Open Data File(s).
Pilih file DEM.
Klik Open.
Global Mapper akan menampilkan model elevasi secara otomatis.
Gunakan fitur Shader untuk memperjelas tampilan relief.
Mengubah Tampilan DEM
Agar permukaan tanah lebih mudah dibaca:
Masuk ke:
Tools → Configure → Vertical Options
atau gunakan menu Shader.
Pilihan tampilan meliputi:
Atlas Shader
Hillshade
Elevation Shader
Slope Shader
Aspect Shader
Mengimpor Banyak File Sekaligus
Global Mapper memungkinkan Anda membuka beberapa file sekaligus.
Contoh:
DEM
Kontur
Jalan
Sungai
Batas administrasi
Citra satelit
Langkahnya:
Klik Open Data File(s).
Tekan Ctrl untuk memilih beberapa file.
Klik Open.
Semua data akan dimuat sebagai layer terpisah.
Mengelola Layer
Setelah data berhasil diimpor, buka Control Center.
Di sini Anda dapat:
Mengaktifkan/menonaktifkan layer
Mengubah warna
Mengatur transparansi
Mengubah urutan layer
Menghapus layer
Mengubah nama layer
Pengelolaan layer yang baik akan memudahkan proses analisis.
Mengecek Sistem Koordinat
Sebelum menggabungkan beberapa data, pastikan semua layer menggunakan sistem koordinat yang sama.
Caranya:
Klik kanan pada layer.
Pilih Layer Options.
Buka tab Projection atau Metadata (tergantung versi).
Periksa informasi sistem koordinat.
Jika berbeda, lakukan reproyeksi agar seluruh data sejajar.
Menggabungkan Data DWG, SHP, dan DEM
Contoh alur kerja:
DEM sebagai dasar elevasi.
SHP untuk jaringan jalan dan sungai.
DWG untuk gambar desain teknik.
Dengan kombinasi ini, Anda dapat melakukan analisis yang lebih komprehensif dan menyiapkan data untuk tahap desain atau evaluasi.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Data Tidak Muncul
Penyebab:
Koordinat tidak sesuai.
Skala terlalu jauh.
Layer belum aktif.
Solusi:
Gunakan Zoom to Layer dari Control Center.
Periksa sistem koordinat.
SHP Tidak Lengkap
Penyebab:
File
.dbfatau.shxhilang.
Solusi:
Pastikan semua file pendukung berada dalam folder yang sama.
DWG Bergeser
Penyebab:
Sistem koordinat atau unit tidak sesuai.
Solusi:
Verifikasi pengaturan koordinat sebelum impor.
DEM Tidak Berwarna
Penyebab:
Shader belum diterapkan.
Solusi:
Pilih shader seperti Atlas, Hillshade, atau Elevation untuk menampilkan variasi elevasi.
Tips Bekerja dengan Banyak Layer
Beri nama layer yang jelas.
Kelompokkan data berdasarkan kategori (misalnya jalan, sungai, batas administrasi).
Atur transparansi agar semua informasi tetap terlihat.
Simpan Workspace secara berkala agar konfigurasi layer tidak hilang.
Gunakan folder proyek yang rapi untuk menyimpan seluruh data.
Kesimpulan
Mengimpor data DWG, SHP, dan DEM merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh setiap pengguna Global Mapper. Dengan memahami proses impor dan pengelolaan layer, Anda dapat mengintegrasikan berbagai jenis data geospasial dalam satu proyek, sehingga analisis dan perencanaan menjadi lebih efisien.
Pada tutorial berikutnya, kita akan membahas Cara Mengatur Sistem Koordinat (Coordinate System) di Global Mapper, termasuk penggunaan WGS84, UTM, serta cara melakukan reproyeksi data agar seluruh layer memiliki referensi koordinat yang konsisten.
FAQ
Apakah Global Mapper dapat membuka file DWG tanpa AutoCAD?
Ya. Global Mapper dapat membaca file DWG secara langsung tanpa memerlukan instalasi AutoCAD.
Mengapa file SHP tidak muncul dengan benar?
Pastikan file .shp, .shx, .dbf, dan .prj berada dalam folder yang sama dan sistem koordinatnya sesuai.
Apakah DEM dapat ditampilkan dalam bentuk 3D?
Ya. Global Mapper mendukung visualisasi tiga dimensi dari data elevasi, sehingga Anda dapat melihat bentuk permukaan tanah dengan lebih jelas.
Bisakah saya membuka beberapa jenis data sekaligus?
Bisa. Global Mapper memungkinkan Anda mengimpor berbagai format dalam satu proyek dan mengelolanya sebagai layer terpisah.
Follow Updates Articles from This Blog via Email


No Comments
Silahkan tinggalkan komentar anda: