Cari Blog Ini

22 Juni 2009

thumbnail

Grading pada AutoCAD Civil 3D | Panduan Lengkap Membuat Desain Permukaan Tanah yang Akurat

Dalam proyek pembangunan jalan, kawasan perumahan, kawasan industri, maupun pembangunan gedung, kondisi permukaan tanah merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan proyek. Sebelum konstruksi dimulai, engineer harus memastikan elevasi lahan telah dirancang dengan baik agar memenuhi kebutuhan drainase, kestabilan lereng, serta keseimbangan pekerjaan galian dan timbunan.

Untuk mempermudah proses tersebut, Autodesk Civil 3D menyediakan fitur Grading, yaitu alat yang digunakan untuk membentuk permukaan tanah berdasarkan aturan kemiringan (slope), elevasi, atau jarak tertentu. Dengan Grading, proses perencanaan menjadi lebih cepat, presisi, dan mudah diperbarui ketika terjadi perubahan desain.

Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai Grading pada Civil 3D, mulai dari pengertian, fungsi, jenis, hingga langkah-langkah penggunaannya.


Apa Itu Grading di Civil 3D?

Grading adalah proses membentuk atau memodifikasi permukaan tanah (surface) berdasarkan parameter desain tertentu seperti:

  • Kemiringan (Slope)

  • Jarak Horizontal (Distance)

  • Elevasi Target (Elevation)

  • Permukaan Acuan (Surface)

Hasil dari proses grading biasanya berupa Grading Object yang dapat digunakan untuk membuat Finished Ground Surface (FG).

Dengan kata lain, Grading membantu engineer mendesain bentuk akhir permukaan tanah sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.


Fungsi Grading

Fitur Grading memiliki banyak manfaat dalam proyek teknik sipil, di antaranya:

  • Membuat desain lahan perumahan.

  • Membentuk lereng galian (Cut Slope).

  • Membentuk lereng timbunan (Fill Slope).

  • Mendesain area parkir.

  • Membuat platform bangunan.

  • Membentuk kolam retensi.

  • Mendesain saluran terbuka.

  • Menyesuaikan elevasi sekitar bangunan.

  • Menghubungkan desain dengan Existing Ground.

Karena bersifat dinamis, perubahan parameter grading akan otomatis memperbarui model permukaan yang terkait.


Komponen Utama Grading

Dalam Civil 3D, proses grading terdiri dari beberapa elemen utama.

1. Feature Line

Feature Line adalah garis acuan yang menjadi dasar pembuatan grading.

Feature Line dapat berasal dari:

  • Polyline

  • Alignment

  • Corridor

  • Surface

  • Objek desain lainnya

Elevasi Feature Line akan menjadi referensi awal dalam pembentukan grading.


2. Grading Criteria

Grading Criteria merupakan aturan yang menentukan bagaimana grading dibuat.

Contoh parameter yang dapat digunakan:

  • Slope 1:2

  • Slope 1:3

  • Elevation 100.00

  • Distance 10 meter

  • Relative Elevation

  • Surface Target

Civil 3D menyediakan beberapa template grading yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek.


3. Grading Group

Grading Group berfungsi untuk mengelompokkan beberapa objek grading ke dalam satu sistem sehingga lebih mudah dikelola dan diperbarui.

Keuntungan menggunakan Grading Group:

  • Update otomatis.

  • Menghasilkan Finished Surface.

  • Mengatur prioritas grading.

  • Mempermudah manajemen proyek.


Jenis-Jenis Grading

Civil 3D menyediakan beberapa metode grading yang umum digunakan.

Grade to Surface

Digunakan untuk menghubungkan Feature Line menuju Existing Surface.

Contoh penggunaan:

  • Jalan menuju tanah eksisting.

  • Area parkir.

  • Platform bangunan.


Grade to Distance

Membentuk grading berdasarkan jarak tertentu.

Contoh:

Feature Line diperpanjang sejauh 5 meter dengan slope tertentu.


Grade to Relative Elevation

Digunakan ketika elevasi target merupakan selisih terhadap elevasi awal.

Misalnya:

  • Naik 0,5 meter.

  • Turun 1 meter.


Grade to Absolute Elevation

Digunakan jika elevasi akhir sudah diketahui.

Misalnya:

Elevasi akhir harus berada pada +100.000.


Cara Membuat Grading di Civil 3D

Berikut langkah-langkah dasar membuat grading.

Langkah 1

Buat Existing Surface dari data survei.


Langkah 2

Buat Feature Line.

Menu:

Home → Create Design → Feature Line


Langkah 3

Buat Grading Group.

Menu:

Home → Grading → Create Grading Group


Langkah 4

Pilih Grading Criteria.

Misalnya:

  • Grade to Surface

  • Slope 1:2


Langkah 5

Pilih sisi grading.

Civil 3D akan membuat grading secara otomatis.


Langkah 6

Tambahkan grading ke Finished Ground Surface.

Surface akan langsung diperbarui.


Contoh Penerapan Grading

1. Platform Gedung

Engineer membuat area datar pada elevasi tertentu.

Grading digunakan untuk menghubungkan platform dengan tanah eksisting.


2. Jalan Perumahan

Setelah Alignment selesai dibuat, grading digunakan untuk membentuk lereng samping jalan.


3. Kolam Retensi

Grading membantu membuat kemiringan dinding kolam sesuai standar desain.


4. Area Parkir

Grading digunakan agar area parkir memiliki kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air hujan menuju saluran drainase.


Hubungan Grading dengan Surface

Grading memiliki hubungan yang sangat erat dengan Surface.

Alur kerjanya sebagai berikut:

Import Survey
        ↓
Create Existing Surface
        ↓
Feature Line
        ↓
Grading
        ↓
Finished Ground Surface
        ↓
Cut & Fill Analysis
        ↓
Drawing Production

Setiap perubahan pada Feature Line atau parameter grading akan memperbarui Finished Ground Surface secara otomatis.


Keuntungan Menggunakan Grading Civil 3D

Dibandingkan metode menggambar secara manual, Grading menawarkan berbagai keunggulan.

  • Desain lebih cepat.

  • Parameter mudah diubah.

  • Update otomatis.

  • Mengurangi kesalahan desain.

  • Mudah dikombinasikan dengan Surface.

  • Mendukung analisis volume tanah.

  • Mempercepat revisi desain.

Karena bersifat dinamis, engineer tidak perlu menggambar ulang ketika terjadi perubahan elevasi atau kemiringan.


Tips Menggunakan Grading

Untuk mendapatkan hasil grading yang optimal, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan Feature Line yang sudah memiliki elevasi dengan benar.

  • Simpan Grading Criteria sesuai standar perusahaan agar dapat digunakan kembali.

  • Kelompokkan grading menggunakan Grading Group untuk memudahkan pengelolaan.

  • Periksa arah grading (cut atau fill) sebelum menerapkan desain.

  • Lakukan evaluasi menggunakan Surface Analysis untuk memastikan hasil grading memenuhi kebutuhan proyek.


Kesimpulan

Grading merupakan salah satu fitur penting dalam AutoCAD Civil 3D yang digunakan untuk membentuk permukaan tanah sesuai dengan kebutuhan desain. Dengan memanfaatkan Feature Line, Grading Criteria, dan Grading Group, engineer dapat menghasilkan model permukaan yang akurat, mudah diperbarui, dan siap digunakan untuk analisis volume maupun penyusunan gambar kerja.

Menguasai Grading akan membantu meningkatkan efisiensi proses desain serta mengurangi risiko kesalahan dalam pekerjaan tanah, sehingga proyek dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan.


FAQ

Apa itu Grading di Civil 3D?

Grading adalah fitur yang digunakan untuk membentuk permukaan tanah berdasarkan kemiringan, elevasi, jarak, atau permukaan acuan.

Apa fungsi Feature Line dalam Grading?

Feature Line berperan sebagai garis acuan yang menjadi dasar pembentukan grading.

Apa manfaat Grading Group?

Grading Group memudahkan pengelolaan beberapa objek grading sekaligus serta memperbarui Finished Ground Surface secara otomatis saat terjadi perubahan.

Kapan Grading digunakan?

Grading umum digunakan pada desain jalan, platform bangunan, area parkir, kolam retensi, saluran terbuka, kawasan perumahan, dan berbagai pekerjaan earthwork lainnya.

18 Juni 2009

thumbnail

Analisa Arah Aliran Air dengan Slope Arrow di AutoCAD Civil 3D

Dalam setiap proyek infrastruktur seperti jalan, kawasan perumahan, kawasan industri, maupun drainase, memahami arah aliran air merupakan langkah penting sebelum proses konstruksi dimulai. Kesalahan dalam menentukan arah aliran dapat menyebabkan genangan, erosi, bahkan kegagalan sistem drainase.

AutoCAD Civil 3D menyediakan fitur Slope Arrow yang memungkinkan engineer memvisualisasikan arah kemiringan permukaan (surface) secara otomatis. Dengan fitur ini, pengguna dapat mengetahui ke mana air akan mengalir berdasarkan model topografi yang telah dibuat.

Artikel ini membahas pengertian, fungsi, manfaat, serta cara menggunakan Slope Arrow di Civil 3D.


Apa Itu Slope Arrow?

Slope Arrow adalah label analisis pada Surface yang menampilkan:

  • Arah kemiringan permukaan.

  • Besar kemiringan (Slope).

  • Persentase slope (%).

  • Nilai rasio kemiringan (1:X).

  • Arah aliran air secara visual.

Karena air selalu mengalir dari elevasi tinggi menuju elevasi rendah, arah panah pada Slope Arrow membantu engineer mengidentifikasi pola aliran permukaan dengan cepat.


Mengapa Analisis Arah Aliran Air Penting?

Analisis arah aliran air memiliki peran penting dalam berbagai jenis proyek.

Desain Jalan

Membantu memastikan air hujan mengalir menuju saluran samping jalan dan tidak menggenang di badan jalan.


Kawasan Perumahan

Menentukan arah limpasan air menuju sistem drainase lingkungan.


Area Parkir

Menghindari terbentuknya genangan pada area parkir dengan mengarahkan aliran menuju inlet drainase.


Kawasan Industri

Mengontrol aliran permukaan agar tidak merusak area operasional maupun fasilitas utilitas.


Kolam Retensi

Memastikan seluruh limpasan permukaan dapat mengalir menuju titik penampungan.


Fungsi Slope Arrow di Civil 3D

Beberapa fungsi utama Slope Arrow antara lain:

  • Menampilkan arah aliran air.

  • Memeriksa kemiringan desain.

  • Mengidentifikasi area datar (flat area).

  • Menemukan potensi genangan.

  • Membantu evaluasi desain grading.

  • Mendukung proses review desain sebelum konstruksi.

  • Mempermudah komunikasi dengan tim proyek melalui visualisasi yang jelas.


Informasi yang Ditampilkan

Slope Arrow dapat dikonfigurasi untuk menampilkan berbagai informasi.

Informasi

Keterangan

Direction

Arah kemiringan permukaan

Slope (%)

Kemiringan dalam persen

Ratio

Kemiringan dalam rasio (1:X)

Elevation

Elevasi titik analisis

Arrow

Arah aliran air


Engineer dapat memilih informasi yang ingin ditampilkan melalui Label Style.


Cara Menampilkan Slope Arrow

Berikut langkah-langkah untuk membuat Slope Arrow.

Langkah 1

Pastikan Anda telah memiliki Surface yang akan dianalisis, misalnya:

  • Existing Ground (EG)
  • Finished Ground (FG)

Surface harus sudah terbentuk dari data survei atau hasil desain grading.


Langkah 2

Buka Toolspace → tab Prospector.

Kemudian buka folder:

Surfaces → Pilih Surface yang akan dianalisis


Langkah 3

Klik kanan pada nama Surface, kemudian pilih:

Surface Properties


Langkah 4

Pada jendela Surface Properties, buka tab:

Analysis


Langkah 5

Pada bagian Analysis Type, pilih:

Slope Arrows

Kemudian atur parameter yang diinginkan, seperti:

  • Arrow Spacing (jarak antar panah)
  • Arrow Size (ukuran panah)
  • Arrow Density (kepadatan panah)
  • Display Direction (arah panah mengikuti kemiringan)

Pengaturan ini akan menentukan seberapa banyak dan seberapa jelas panah ditampilkan pada permukaan.


Langkah 6

Klik tombol Run Analysis (atau Apply, tergantung versi Civil 3D yang digunakan).

Civil 3D akan menghitung arah kemiringan berdasarkan model TIN Surface.


Langkah 7

Klik OK untuk menutup jendela.

Slope Arrow akan langsung muncul pada permukaan dan menunjukkan arah aliran air dari elevasi yang lebih tinggi menuju elevasi yang lebih rendah.


Cara Membaca Slope ArrowCara Membaca Slope Arrow

Misalnya terdapat panah seperti berikut:

98.50 m
     ▲
     │
     │
96.80 m

Artinya:

  • Elevasi bagian atas lebih tinggi.

  • Air akan mengalir menuju elevasi yang lebih rendah.

  • Arah panah menunjukkan arah kemiringan permukaan.

Semakin besar nilai slope, semakin cepat kecepatan aliran air.


Analisis Area Bermasalah

Slope Arrow sangat membantu menemukan area yang memerlukan perbaikan desain.

1. Area Datar

Jika panah sangat pendek atau tidak muncul, kemungkinan terdapat area dengan kemiringan sangat kecil sehingga berpotensi menimbulkan genangan.


2. Kemiringan Berlawanan

Kadang desain grading menghasilkan arah aliran yang tidak menuju saluran.

Slope Arrow akan langsung memperlihatkan kondisi tersebut.


3. Aliran Terjebak

Beberapa area dapat membentuk "mangkuk" (depression).

Slope Arrow akan menunjukkan panah yang mengarah ke titik rendah tersebut sehingga engineer dapat memperbaiki desain sebelum konstruksi.


Kombinasi dengan Surface Analysis

Slope Arrow akan semakin efektif jika digunakan bersama fitur Surface Analysis lainnya.

Beberapa analisis yang sering dikombinasikan:

  • Elevation Band

  • Slope Analysis

  • Contour Analysis

  • Watershed Analysis

  • Direction Analysis

  • Hillshade

Dengan menggabungkan beberapa jenis analisis, pola aliran air dapat dipahami secara lebih komprehensif.


Contoh Penerapan

Desain Jalan

Engineer mengecek apakah seluruh cross slope mengarah menuju saluran tepi jalan.


Area Parkir

Slope Arrow memastikan seluruh permukaan parkir mengalir menuju inlet drainase.


Perumahan

Mengevaluasi apakah setiap kavling memiliki arah limpasan yang benar menuju saluran lingkungan.


Kawasan Industri

Memastikan tidak ada area yang berpotensi menimbulkan genangan di sekitar bangunan produksi.


Kolam Retensi

Memastikan seluruh lereng mengarahkan limpasan menuju dasar kolam.


Tips Menggunakan Slope Arrow

Agar hasil analisis lebih akurat, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan Surface yang telah melalui proses quality check.

  • Pastikan tidak ada segitiga TIN yang rusak atau tidak wajar.

  • Kombinasikan dengan Contour dan Hillshade untuk interpretasi visual yang lebih jelas.

  • Atur ukuran panah sesuai skala gambar agar mudah dibaca.

  • Gunakan Label Style yang konsisten dengan standar perusahaan.


Keuntungan Menggunakan Slope Arrow

Menggunakan Slope Arrow memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

  • Mempermudah membaca arah aliran air.

  • Mempercepat proses review desain.

  • Mengurangi risiko kesalahan grading.

  • Membantu identifikasi area rawan genangan.

  • Mendukung analisis drainase sejak tahap perencanaan.

  • Menghasilkan dokumentasi yang lebih informatif untuk tim proyek.


Kesimpulan

Slope Arrow merupakan salah satu fitur analisis yang sangat bermanfaat di AutoCAD Civil 3D untuk memvisualisasikan arah kemiringan dan aliran air pada suatu permukaan. Dengan memanfaatkan fitur ini, engineer dapat mengevaluasi desain grading, memastikan efektivitas sistem drainase, serta mengurangi potensi masalah seperti genangan dan erosi sebelum proyek memasuki tahap konstruksi.

Mengombinasikan Slope Arrow dengan fitur seperti Surface Analysis, Contours, dan Watershed Analysis akan menghasilkan evaluasi topografi yang lebih komprehensif dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat.


FAQ

Apa itu Slope Arrow di Civil 3D?

Slope Arrow adalah label analisis pada Surface yang menunjukkan arah kemiringan dan arah aliran air berdasarkan model permukaan.

Apakah Slope Arrow hanya dapat digunakan pada Existing Ground?

Tidak. Slope Arrow dapat diterapkan pada Existing Ground (EG), Finished Ground (FG), maupun Surface lain yang dibuat di Civil 3D.

Mengapa Slope Arrow penting dalam desain drainase?

Karena membantu memastikan air mengalir ke arah yang direncanakan sehingga dapat mengurangi risiko genangan, erosi, dan kegagalan sistem drainase.

Apa perbedaan Slope Arrow dengan Watershed Analysis?

Slope Arrow menunjukkan arah kemiringan secara lokal pada titik tertentu, sedangkan Watershed Analysis mengidentifikasi daerah tangkapan air dan jalur aliran secara keseluruhan.

16 Juni 2009

thumbnail

Analisa Ketinggian Elevasi

Buka file surface latihan sebelumnya
1. Pada Toolspaca > klik tanda + pada surface klik kanan lalu klik Surface Properties.
2. Pada dialog box Surface Propertes, klik tab information, lalu pada surface style, klik pada lalu pilih Create New.
3. Pada dialog box surface style klik pada tab information. berilah nama Analisa Ketinggian.
4. Lalu klik tab Analysis, lalu klik tanda + pada Elevations, lalu gantilah valuenya :
  • Number of range = 5
  • Scheme = Rainbow
Lalu klik OK.
5. Masih pada Surface Style, klik pada tab Display. klik tanda pada Elevations. Lalu klik OK.
6. Pada dialog box Surface properties, klik tab Analysis, lalu pada:
  • Analysis Type = Elevations
  • Number = 5
klik pada Run Analysis, lalu klik OK.
7. Maka terbentuklah Surface dengan analisa ketinggian.
8. Untuk menampilkan Tabel, klik pada menu Surface > Add Legend Tables.
9. Lalu pada command line, ketik Elevations lalu enter sebanyak 2 kali.
10. Tempatkan posisi tabel pada tempat yang kosong dengan mengklik kiri.
11. Maka tabel elevations akan terbentuk.
12. Lihatlah hasilnya.

15 Juni 2009

thumbnail

Analisa Water Drop untuk menentukan Aliran Air

1. Buka file sebelumnya atau download file nya disini Surface.
2. Mulai membuat analisa Water Drop
3. Pada menu Surface > Utilities > Water Drop
4. Kemudian pada dialog box Water Drop, Klik OK
5. Lalu klik pada suatu titik yang kita anggap menjadi puncak dari saluran.
Selesai dan lihat hasilnya.

03 Juni 2009

thumbnail

Analisa Watershed

1. Buka file drawing yang sebelumnya : surface.dwg atau anda bisa download filenya diSini Surface.dwg.
2. Pada Toolspace Prospector > Klik tanda + pada Surface klik kanan > lalu klik surface properties.
3. Pada dialog box Surface Properties, klik pada tab information, lalu pada surface style, klik pada   lalu pilih Create New.
4. Pada dialog box Surface Style klik pada tab Information. Berilah nama Watershed.
5. Lalu klik pada tab Watershed, lalu klik tanda + pada Depression Watershed, lalu rubah Value :
- Use Hatching                   =   True
- Hatch Pattern                  =   Klik pada    
- Lalu rubah Pattern           =   ANSI31 dan Scale = 1
- Lalu klik OK
6. Masih pada Surface Style, klik pada tab Display. klik tanda     Lalu aktifkan pada :
- Major Contour
- Minor Contour
- Watershed
- Lali klik OK
7. Lalu pada dialog box Surface Properties, klik pada tab Analysis, kemudian pada Analysis tipe, rubahlah menjadi Watersheds lalu klik pada Run Analysis    Lalu klik OK.
8. maka lihatlah hasilnya area Watershed sudah berhasil kita analysis.
9. Untuk menampilkan tabel Watershed, klik pada menu Surface > Add Legend Table.
10. Lalu pada Command Line, ketik Watersheds lalu Enter sebanyak 2 kali.
11. Tempatkan posisi tabel pada tempat yang kosong dengan mengklik tombol kiri yang ada di Mouse.
12. Maka tabel Watersheds akan terbentuk.
13. Selesai dan lihat analisanya.

28 April 2009

thumbnail

Menambah Label Kontur

Label kontur dapat diberikan dengan membuat garis label yang bersifat live, interaktif terhadap surface. jadi jika kita mengubah interval kontur untuk surface, maka label akan di update secara otomatis. layer yang berisi garis dapat dimatikan sehingga garis label tidak terlihat.
1. Pilih menu Surface > Add Surface LAbels > Contour - Multiple
2. Kemudian klik point pertama dan kedua diatas kontur tersebut untuk menambah kontur label sepanjang garis yang telah dibuat.
3. Lalu untuk menghilangkan garis yang ada pada label, klik label kontur > lalu klik kanan > pilih properties
lalu akan muncul dialog dibawah ini:
4. Rubah posisi Display Contour menjadi False
5. Selesai dan lihat hasilnya.

11 Maret 2009

thumbnail

Membuat Style Surface

Tampilan surface yang telah kita buat adalah contour 2m dan 10m (Background). dari latihan sebelumnya. kita akan membuat style baru yang menampilkan kontur dengan rentang kontur majoy adalah 2m dan kontur minor adalah 10m tanpa border dengan warna kontur major hijau dan kontur minor coklat. Berikut langkah-langkahnya:
1. Klik surface pada prospector Tool, pilih EG-Surface gambar dan klik kanan, pilih Surface Properties. 2. Pada surface style, klik dan pilih Create New. 3. Dalam baris Name isi (Contours Style) dan dalam Description ketik (Style displays the surface contours with 10m major interval and 2m minor interval) lalu klik tab Contours. 4. Buka Contours Interval lalu ubah Minor Interval menjadi 2m dan Major Interval 10m. 5. Klik pada tab Display, lalu klik Visible pada komponen Border untuk menon-aktifkan tampilan border pad agambar dan aktifkan Major Contour dan Minor Contour. klik pada View Direction dan pilih 3D. Non-aktifkan Triangles dan aktifkan Major Contour dan Minor Contour. 6. Lalu klik OK sebanyak dua kali dan lihat hasilnya.

27 Januari 2009

thumbnail

Membuat Surface

Surface dalam Civil 3D itu bersifat Live, maksudnya dapat diatur untuk melakukan Rebuild dengan sendirinya setiap kali terjadi perubahan, dan jika rebuild tidak dilakukan otomatis maka Civil 3D akan memperingatkan bahwa ada perubahan pada data surface.

dari postingan sebelumnya akan kita lanjutkan dengan membuat surface 2D dan 3D sebagai existing ground surface. ubah tampilan menjadi Kontur, TIN dan Grid. Kita juga dapat melakukan editing surface ag
ar lebih mendekati kondisi nyata dilapangan dengan menu Edit (Add Line, Delete Line, Swap Edge, Delete Point, dll). Kita juga dapat mengatur interval kontur, warna kontur, label kontur agar menjadi lebih informatif, ubah tampilan dengan menggunakan fasilitas analysis, agar model dapat dengan mudah dilakukan analisa ketinggian.

Langkah-langkah membuat surface:

1. Open file Latihan sebelumnya

2. Klik Tab Prospector di Tollspace, lalu klik kanan pada item Surface dan pilih New.

3. Dalam baris Name isi (EG-Surface) dan dalam baris Description ketik (Existing Ground Surface).














4. Lalu klik OK. Perhatikan dalam item Surface sudah berisi EG-Surface, lalu klik kanan pada Point Group dalam item Definition.














5. Klik Add.











6.Pilih EG lalu klik OK.

Proses selesai dan kita telah memiliki Surface Existing Ground.

22 Januari 2009

thumbnail

Mengubah Style Label Point

Kita dapat dengan mudah mengatur tampilan label pada point sesuai dengan keinginan, misalnya seperti contoh berikut Caranya: 1. Pada tab Prospector, pilih point group EG lalu klik kanan dan pilih properties. Klik disamping Point Label Style dan pilih Edit Current Selection.
2. Pada tab Layout, klik dalam Component name kemudian pilih Point Number. ubah warna label dalam baris menjadi warna yang anda kehendaki dan tinggi labelnya juga dapat diubah sesuai yang anda kehendaki. 3. Klik OK sebanyak dua kali untuk menutup Label Style Composer dan Zoom pada salah satu point untuk melihat hasilnya.

21 Januari 2009

thumbnail

Membuat dan Mengubah Tabel Point

Data point dapat ditamapilkan dalam bentuk tabel pada gambar, dan dapat diatur untuk bersifat dinamis maupun statis. 1. Pada Pulldown menu, pilih Points > Add Tables Pada Tabel Style pilih PENZD format kemudian klik pada menu disamping jenis tabel lalu pilih Edit Current Selection dan klik pada tab Data Properties.
2. Pada Text Settings, diatur tinggi teks untuk Title adalah 2mm, untuk Header adalah 2mm, dan untuk Data adalah 2mm. setelah selesai klik OK 3. Lalu klik untuk memilih point group yang mau ditampilkan dalam tabel.
4. Pilih EG lalu klik OK sebanyak dua kali 5. Tentukan pada gambar dimana tabel point akan diletakkan setelah itu lihat hasilnya.
Diberdayakan oleh Blogger.