Membuat Kontur dari DEM di Global Mapper
Data DEM (Digital Elevation Model) menyimpan informasi elevasi permukaan bumi dalam bentuk raster. Salah satu hasil olahan DEM yang paling sering digunakan dalam survei, pemetaan, dan perencanaan infrastruktur adalah garis kontur (Contour).
Kontur menggambarkan garis yang menghubungkan titik-titik dengan elevasi yang sama. Data ini sangat penting dalam desain jalan, site plan, drainase, perencanaan kawasan, hingga analisis topografi.
Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari cara membuat kontur dari DEM menggunakan Global Mapper, mengatur interval kontur, memperhalus hasil, dan mengekspornya ke format CAD.
Apa Itu Garis Kontur?
Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian (elevasi) yang sama terhadap permukaan laut.
Kontur digunakan untuk:
Membaca bentuk permukaan tanah
Menentukan kemiringan lereng
Merencanakan jalur jalan
Analisis drainase
Perhitungan cut and fill
Pembuatan peta topografi
Semakin rapat jarak antar garis kontur, semakin curam kemiringan lereng.
Persiapan Data
Sebelum membuat kontur, pastikan Anda telah memiliki data DEM, misalnya:
GeoTIFF DEM
SRTM
ASTER GDEM
DEM hasil drone
DEM hasil LiDAR
Pastikan pula sistem koordinat data sudah benar, sebaiknya menggunakan sistem UTM untuk hasil pengukuran yang akurat.
Langkah 1 – Import Data DEM
Buka Global Mapper.
Klik File → Open Data File(s).
Pilih file DEM.
Klik Open.
Data elevasi akan tampil pada area kerja.
Langkah 2 – Periksa Tampilan DEM
Untuk memudahkan interpretasi:
Aktifkan Hillshade atau Elevation Shader.
Periksa apakah seluruh area DEM telah terbaca dengan benar.
Gunakan Zoom to Layer jika data belum terlihat.
Langkah 3 – Membuat Kontur
Klik Analysis.
Pilih Generate Contours.
Akan muncul jendela pengaturan kontur.
Langkah 4 – Mengatur Interval Kontur
Pada jendela Generate Contours, tentukan:
Contour Interval
Merupakan jarak vertikal antar garis kontur.
Contoh:
| Interval | Penggunaan |
|---|---|
| 0,5 m | Detail site kecil |
| 1 m | Perumahan |
| 2 m | Kawasan perkotaan |
| 5 m | Perbukitan |
| 10 m | Peta regional |
Pilih interval sesuai skala dan kebutuhan proyek.
Langkah 5 – Atur Parameter Tambahan
Beberapa opsi yang dapat digunakan:
Smooth Contours untuk menghasilkan garis yang lebih halus.
Generate Depression Contours jika ingin menampilkan cekungan.
Label Contours untuk memberi nilai elevasi pada garis kontur.
Pengaturan ini membantu menghasilkan kontur yang lebih mudah dibaca.
Langkah 6 – Proses Pembuatan Kontur
Klik OK atau Generate.
Global Mapper akan memproses DEM dan menghasilkan layer kontur baru.
Waktu proses bergantung pada ukuran data dan spesifikasi komputer.
Hasil Kontur
Layer kontur akan muncul di Control Center sebagai layer vektor yang dapat:
Diubah warna
Diubah ketebalan garis
Diberi label elevasi
Diekspor ke berbagai format
Mengatur Tampilan Kontur
Klik kanan pada layer kontur → Layer Options.
Anda dapat mengatur:
Warna garis
Ketebalan garis
Label elevasi
Transparansi
Skala tampilan
Pengaturan ini membantu menghasilkan peta yang lebih informatif.
Mengekspor Kontur
Untuk digunakan di software lain:
Klik kanan layer kontur.
Pilih Export Layer.
Pilih format:
DWG
DXF
SHP
LandXML
Klik Export.
Menggunakan Kontur di AutoCAD Civil 3D
Kontur hasil ekspor dapat digunakan untuk:
Membuat Surface
Analisis lereng
Desain jalan
Desain drainase
Perhitungan volume
Perencanaan site development
Pastikan sistem koordinat tetap sama agar posisi data tidak bergeser.
Tips Membuat Kontur yang Baik
Gunakan DEM dengan resolusi tinggi.
Pilih interval kontur yang sesuai dengan skala peta.
Aktifkan fitur Smooth Contours untuk tampilan yang lebih rapi.
Periksa hasil kontur terhadap kondisi lapangan bila memungkinkan.
Simpan hasil dalam format asli dan format CAD untuk memudahkan distribusi.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Kontur Terlalu Rapat
Penyebab:
Interval terlalu kecil.
Solusi:
Gunakan interval yang lebih besar agar peta lebih mudah dibaca.
Kontur Bergerigi
Penyebab:
Resolusi DEM rendah.
Data mengandung noise.
Solusi:
Gunakan DEM berkualitas lebih tinggi atau aktifkan fitur smoothing.
Kontur Tidak Lengkap
Penyebab:
Area DEM memiliki data kosong (NoData).
Solusi:
Periksa kualitas DEM dan lakukan pengisian data (fill) jika diperlukan.
Kontur Bergeser Saat Diekspor
Penyebab:
Sistem koordinat tidak sesuai.
Solusi:
Pastikan proyeksi dan datum sudah benar sebelum ekspor.
Contoh Penggunaan Kontur
Kontur yang dihasilkan dari DEM dapat dimanfaatkan untuk:
Perencanaan jalan
Site plan perumahan
Analisis daerah aliran sungai (DAS)
Perencanaan bendungan
Analisis longsor
Pemetaan tambang
Perencanaan saluran drainase
Peta topografi
Kesimpulan
Membuat kontur dari data DEM di Global Mapper merupakan proses yang cepat dan efisien. Dengan menentukan interval kontur yang tepat, mengaktifkan fitur smoothing, dan memastikan sistem koordinat sudah benar, Anda dapat menghasilkan garis kontur yang siap digunakan untuk analisis maupun desain teknik.
FAQ
Apa itu DEM?
DEM (Digital Elevation Model) adalah data raster yang menyimpan informasi elevasi permukaan tanah.
Berapa interval kontur yang sebaiknya digunakan?
Tergantung kebutuhan. Untuk site plan umumnya 0,5–1 meter, sedangkan untuk wilayah yang luas dapat menggunakan interval 5–10 meter.
Bisakah kontur diekspor ke AutoCAD?
Ya. Global Mapper dapat mengekspor kontur ke format DWG, DXF, SHP, maupun LandXML.
Mengapa kontur saya terlihat bergerigi?
Biasanya karena resolusi DEM rendah atau data mengandung noise. Gunakan DEM yang lebih baik atau aktifkan fitur Smooth Contours.






